Senin, 23 Januari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Fungsi Antena
Salah satu bagian penting dari suatu stasiun radio adalah Antenna.Ia adalah sebatang logam yang berfungsi menerima getaran listrik dari transmitter dan memancarkannya sebagai gelombang radio .Ia berfungsi pula sebaliknya ialah menampung gelombang radio dan meneruskan gelombang listrik ke receiver.
Kuat tidaknya pancaran kita yang sampai ke pesawat lawan bicara,sebaliknya baik buruknya penerima'an kita tergantung dari beberapa faktor :
1.Faktor propagasi
2.Faktor posisi stasiun /posisi antenna
3.Kesempurna'an antenna untuk memancar
4.Kelebaran bandwith pancaran
5.Power
Sejarah Radio Amatir di Indonesia
Kegiatan radio amatir di Indonesia diwadahi oleh organisasi-organisasi seperti Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI). Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia berdiri pada 8 April 1968 dan berubah namanya pada kongres pada tahun 1975 menjadi Organisasi Amatir Radio Indonesia dengan singkatan sama yaitu ORARI. Pada tahun 1977 ORARI resmi menjadi anggota IARU. ORARI adalah salah satu organisasi amatir radio yang diakui oleh Republik Indonesia. Sejak tahun 1970-an ORARI berkembang karena semakin banyaknya penggemar radio amatir di Indonesia mengunakan radio sebagai alat berkomunikasi sehingga terjalin komunikasi antar perorangan atau komunitas radio amatir Selain ORARI pada akhir akhir ini muncul pula beberapa Organisasi yang Resmi maupun tidak resmi terutama di kota kota besar seperti Bandung ,Jakarta,yogya ,Surabaya Makasar yang membentuk diri bersatu untuk komunikasi tetapi eksistensi mereka tidak dapat di anggap enteng mereka membentuk komunitas sendiri sendiri dan berkembang semakin meluas terkadang anggotanya pun banyak dari organisasi yang resmi yang di akui oleh Pemerintah hal ini merupakan dilema bagi perkomunikasian di negara ini kita ber harap tidak terjadi hal hal yang negatif ,karena masalah radio amatir sangat rentan menyangkut masalah penggunaan Band Radio ,yang diatur oleh suatu Badan yang khusus mengatur hal ini juga perlu diperhatikan penggunaan pesawat radio tidak dapat dipergunakan sembarangan selain menyangkut Keamanan juga keselamatan di bidang Transportasi (: Pesawat Terbang ,Kereta Api ,Kapal Laut d
Sistem Kerja
Frekuensi
pada awalnya radio amatir menggunakan frekuensi rendah 1500 kHz-150 kHz atau 200-2000 meter dan di geser ke frekuensi lebih tinggi 1500 kHz atau sesuia dengan panjang gelombang dibawah 200 meter. Pada tahun 1912 dan 1922 stasiun dari tempat jauh pun dapat mendengar kontak timbal balik pada frekuensi 3 MHz. Kemudian dikembangkan frekuensi radio amatir menjadi 3,5 MHz hingga sampai 7 MHz dan frekuensi yang lebih tinggi pun mulai digunakan. Akhirnya aktivitas radio amatir berkembang dengan baik di seluruh dunia.
Transmisi amatir
Model emisi yang paling banyak dipakai pada radio amatir adalah:
A1A, atau telegrafi dengan ketukan kunci hidup mati. Hal ini memungkinkan komunikasi dengan morse jarak jauh dengan perlengkapan sederhana.
A3E, teleponi, jalur samping ganda, atau modulasi amplitudo. Dahulu banyak dipakai, sekarang sebagian besar untuk perlengkapan yang kadang disederhanakan.
J3E, teleponi, jalur samping tunggal, pembawa tertindas. Benar-benar eksklusif untuk jalur-jalur HF dan komunikasi suara jarak jauh apapun.
F3E, teleponi dengan modulasi frekuensi, banyak dipakai frekuensi sangat tinggi. Model lainnya mencakup transmisi faksimile, televisi, pulsa, dan teleprinter radio.
Cara meletakan HTML/Java script di Blog
Apabila anda mau memasanng HTML/Java Script secara langsung di Blog tentu tidak bisa,maka anda harus copy dulu scriptnya kemudian Paste ke Convert HTML di bawah ini,Kemudian Klik encode,hasilnya itu di copy,dan pastekan HTML/Java script di Blog anda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar